0 com
Pronouns are words that take the place of nouns. They substitute for nouns to make speech and writing less cumbersome by using a single word (the pronoun) to represent much longer passages and ideas.
E.g: "Frank thought aout uying a new car, but then he changed her mind."
There are several types of pronouns: personal, demonstrative, reflexive, intensive, interrogative, relative, and indefinite. Note that some authorities may classify possessive adjectives, demonstrative pronouns, relative pronouns, indefinite pronouns (or quantifiers) as determiners and not pronouns.
Kinds of Pronouns
There are six kinds of pronouns with different functions:
1. Personal pronouns
This kind of pronoun refers to a particular person or thing. The form of the personal pronoun that is appropriate to use for a specific sentence depends on the gender and number of persons or things that serve as the antecedents.
For example, you are referring to a female subject in the sentence, the pronouns that are appropriate to use are: she, her, and hers. If you are referring to a male, you can use: he, him, and his. For a group of persons, not including yourself, the appropriate pronouns are: they, them, and theirs.
Personal pronouns can serve as the subjects, objects of the verb or preposition, and can also show possession. They are formally classified into: subjective personal pronouns, objective personal pronouns, and possessive personal pronouns.
Examples:
You are definitely the biggest science nerd I’ve ever met.
In the example above, the underlined pronoun serves as the subject.
Harry persuaded her to come with him.
The pronoun “her” is the object of the verb persuaded. Him, on the other hand, is the object of the preposition with.
Ours is the one on the left.
The pronoun “ours” signifies possession.
2. Demonstrative pronouns
The function of this kind of pronoun is to point to a noun. Examples are: this, these, that, and those. The pronouns “this” and “these” points to things that are nearby while the other two are for things that are far. Aside from proximity, you must also consider the number of things you are pointing out. For singular nouns, “this” and “that” should be used, while for plural nouns “these” and “those” are appropriate.
Examples:
That is the car that I’ll buy for my birthday.
The speaker is pointing out to a singular noun that is far from him/her.
She said she wanted these.
The underlined pronoun refers to a plural noun and also serve as the object of the verb wanted.
3. Indefinite pronouns
This kind of pronoun refers to unspecified things. Some examples are: any, all, another, each, anyone, anything, anybody, nobody, everyone, everybody, someone, somebody, few, and many.
Examples:
Many were called for the interview but only 3 were hired.
He’s ready to give up everything for his family’s safety.
4. Intensive pronouns
The function of intensive pronouns is to give emphasis to the antecedent. Examples of this kind of pronoun are: myself, itself, himself, herself, yourself, yourselves, themselves, and ourselves.
Examples:
The president himself said that it was a terrorist attack.
I myself knew that it was a mistake.
5. Interrogative pronouns
As the title implies, the function of this kind of pronoun is to ask questions. Examples of interrogative pronouns are: who, what, which, whom, whoever, whatever, whichever, and whomever.
Examples:
Who wrote the book 1984?
What did the doctors say?
6. Relative pronouns
This kind of pronoun links one clause or phrase to another. Some of the most common relative pronouns are: who, whoever, whomever, that, and which.
Examples:
The contestant who gets the highest score wins the million dollar jackpot.
In this sentence, the underlined pronoun is the subject of the verb gets. The subordinate clause, “who gets the highest score wins the million dollar jackpot,” describes the noun contestant.
He will accept whichever project comes first.
The subordinate clause, ”whichever project comes first,” serves as the object of the verb “will accept.”
7. Reflexive pronouns
This kind of pronoun is used to refer back to the subject. Some of the reflexive pronouns are: yourself, myself, ourselves, himself, herself, themselves, and itself.
Example:
Sandra never forgets to send a copy of the email to herself.
The pronoun “herself” refers back to the subject of the sentence, which is Sandra.
He promised to repair the broken fence, however, we ended up fixing it ourselves.
The underlined reflexive pronoun refers back to the subject we.
Source:
understandinggrammar.com/parts-of-speech/pronouns
Source:
understandinggrammar.com/parts-of-speech/pronouns
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
21.30
Karangan Ilmiah
Karangan
ilmiah (scientific paper)
adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ciri-Ciri Karangan Ilmiah :
a. Menyajikan fakta objektif secara sistematis
b. Pernyataan cermat, tepat, tulus, dan benar,
serta tidak memuat terkaan
c. Penulisnya tidak mengejar kuntungan pribadi
d. Penyusunannya dilaksanakan secara
sistematis, konseptual dan procedural
e. Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa
dukungan fakta
f. Tidak emotif menonjolkan perasaan
g. Tidak bersifat argumentatif, tetapi
kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta
Macam-Macam Karangan Ilmiah :
1.
Makalah,
adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya
berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan
masalah dengan melalui proses berfikir deduktif atau induktif. Makalah disusun
biasanya untuk memenuhi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk
memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah. Makalah
menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. Jika dilihat dari bentuknya, makalah
adalah bentuk karangan ilmiah yang paling sederhana.
2.
Kertas
kerja, seperti haknya makalah, kertas kerja juga
merupakan karangan ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan
yang bersifat empiris dan objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam
di bandingkan analisis dalam makalah. Kertas kerja ditulis untuk disajikan
dalam suatu seminar atau lokakarya. Jadi, tujuan utanmanya adalah untuk
dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah.
3.
Skripsi,
adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan
pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta
empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan)
maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan). Biasanya skripsi ditulis
untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar sarjana.
4.
Tesis,
adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis akan
mengungkapkan pengetahuan bari yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya
tulis ini akan memperbincangkan pengujian terhadap satu hipotesis atau lebih.
Dengan kata lain, tesis adalah karya tulis yang membahas suatu pernyataan atau
teori yang didukung oleh sejumlah argument yang dapat dipertanggungjawabkan. Tesis
biasanya ditulis untuk melengkapi ujian sarjana strata dua (magister).
5.
Disertasi,
adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan
oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis yang
terinci. Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari
sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji suatu pendidikan tinggi.
Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.
Intinya disertasi adalah karya ilmiah yang mengemukakan satu atau beberapa
dalil disertai pembuktian berdasarkan data dan fakta yang diamatinya. Disertasi
merupakan karya ilmiah untuk memperoleh gelar doktor.
Tujuan Karangan Ilmiah :
- Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
- Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
- Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
- Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
- Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Hal-hal yang
harus ada dalam karangan ilmiah antara lain :
- Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya. Kerangka pemikiran dituangkan dalam sistematika dan notasi.
- Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur : kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung kerangka pemikiran yang teratur.
- Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
- Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).
Manfaat Karya Ilmiah :
- Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah :
Bagian Pembuka
- Sampul
- Halaman judul.
- Halaman pengesahan.
- Abstraksi
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Ringkasan isi.
Bagian Isi
Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Perumusan masalah.
- Pembahasan/pembatasan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Metode penelitian.
Pembahasan
- Pembahasan teori
- Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
- Pengajuan hipotesis
Metodologi penelitian
- Waktu dan tempat penelitian.
- Metode dan rancangan penelitian
- Populasi dan sampel.
- Instrumen penelitian.
- Pengumpulan data dan analisis data.
Hasil Penelitian
- Jabaran varibel penelitian.
- Hasil penelitian.
- Pengajuan hipotesis.
- Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Penutup
- Kesimpulan
- Saran
Bagian penunjang
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
- Daftar Tabel
Kegiatan Menulis Di Perguruan Tinggi
Kegiatan menulis
merupakan bagian yang tak terpisah dalam seluruh proses belajar yang dialami
mahasiswa selama menuntut ilmu di perguruan tinggi, berfungsi untuk mengenali
kemampuan dan potensi diri sampai mana pengatahuan kita tentang suatu topik,
karena diharapkan akan memiliki wawasan yang lebih luas dan mendalami mengenai
topik yang ditulisnya.
Beberapa
keuntungan dari pelaksanaan penulisan:
1.
Dengan menulis kita lebih mengenali
kemampuan potensi diri dan mengetahui batas kemampuan tentang suatu topik.
2.
Melalui menulis dapat mengembangkan
berbagai gagasan melalui membandingkan fakta – fakta yang tidak pernah
dilakukan.
3.
Kegiatan menulis dapat lebih banyak
menyerap, mencari, serta menguasai informasi tentang topik yang akan ditulis.
4.
Menulis berarti mengorganisasikan
gagasan secara sistematik serta mengungkapkan secara tersurat, dengan demikian
dapat menjelaskan permasalahan yang belum jelas.
5.
Menulis akan dapat meninjau serta
menilai gagasan secara objektif.
6.
Dengan menulis akan mempermudah
memecahkan permasalahan, yaitu menganalisis secara tersurat dalam konteks yang
lebih konkret.
7.
Dapat mendorong belajar secara aktif.
8.
Kegiatan menulis yang terencana akan
membiasakan berpikir serta berbahasa secara tertib.
Tulisan yang baik
mempunyai ciri: bermakna, jelas/lugas,merupakan kesatuan yang bulat,singkat dan
padat serta memenuhi kaidah kebahasaan dan harus bersifat komunikatif. Untuk
menghasilkan tulisan seperti diatas harus memiliki pengetahuan apa yang akan
ditulis juga bagaimana menuliskannya, isi karangan dan aspek-aspek kebahasaan
serta teknik penulisan.
Menulis
Sebagi Proses
Kegiatan
menulis ialah suatu proses penulisan dengan beberapa tahap yakni tahap
prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi. Dalam penulisan karangan yang
panjang seperti makalah penelitian, laporan akhir semester,tesis dsb tahap itu
terpisah secara lebih jelas.
A.
Tahap prapenulisan
Tahap
ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis dan mencakup beberapa langkah
kegiatan yaitu:
1.
Menentukan topiknya. dengan pengamatan
atau dari imajinasi sendiri ,karangan ilmiah harus mengenai fakta dan memilih
topik perlu diperhatikan beberapa persaratan.
2.
Membatasi topik berarti mempersempit dan
memperkhusus lingkup pembicaraan
3.
Menentukan bahan atau materi
penukisan,macamnya,beberapa luasnya dan dari mana diperoleh.
4.
Menyusun kerangka karangan.
B.
Tahap penulisan
Pada
tahap ini membahas setiap butir topik yang ada di dalam kerangka yang disusun
dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah diklasifikasikan menurut keperluan
sendiri. Dalam mengembangkan gagasan menjadi suatau karangan yang utuh,
diperlukan bahasa dan menguasai kata kata yang akan mendukung gagasan yang
dipahami pembaca.
Berikut
tahapan-tahapanya:
1.
Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2.
Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3.
Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4.
Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5.
Tahap Penulisan
6.
Tahap Penyuntingan
C.
Tahap Revisi
Pada
tahap ini biasanya meneliti secara menyeluruh mengenai logika, sistematika,
ejaan, tanda baca pilihan kata, kalimat, paragraf, mengetikan catatan kaki dan
daftar pustaka.
Hal
penting dalam tahap penulisan:
1.
Gaya penulisan dalam membuat pernyataan
harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan
impersonal.
2.
Teknik notasi dalam menyebutkan sumber
dari pengetahuan yang dipergunakan dalam penulisan.
3.
Penulisan juga harus menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
4.
Karena bersifat reproduktif, penerima
pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5.
Karena bersifat impersonal, tulisan
ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti
penulisnya.
6.
Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan
kalimat pasif.
7.
Pembahasan secara ilmiah mengharuskan
kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi
(sumber kutipan).
8.
Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan
catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber
rujukan.
Sumber :
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
22.50
Penalaran adalah proses berpikir
yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan
empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan
pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi –
proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau
dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam
penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil
kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Ciri-ciri
Penalaran
Berikut ini merupakan ciri-ciri penalaran:
Adanya suatu pola berpikir
yang secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses
berpikir logis).
Sifat analitik dari proses
berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir
berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir
secara analitik.
Secara detail penalaran
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Logis, suatu penalaran harus
memenuhi unsur logis, artinya pemikiran
yang ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang sahih.
Analitis, berarti bahwa kegiatan penalaran tidak terlepas dari
daya imajinatif seseorang dalam merangkai, menyusun atau menghubungkan
petunjuk-petunjuk akal pikirannya ke dalam suatu pola tertentu.
Rasional, artinya adalah apa yang sedang di nalar merupakan suatu
fakta atau kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam.
Konsep dan Simbol Penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran
yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran
berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya
adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata,
sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat(kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol
berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan
paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang
saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada
penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian
perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan
dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga
dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan
hasil dari rangkaian pengertian.
Syarat-Syarat Kebenaran Dalam Penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya
tentu adalah untuk menemukan arah kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam
menalar dapat dipenuhi.
·
Suatu
penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki
seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
·
Dalam
penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua
premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat,
diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti
isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Metode-metode
Penalaran
·
Deduktif
Metode berpikir deduktif
adalah suatu metode berpikir yang
menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam
bagian-bagian yang khusus. Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta
yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu kesimpulan yang logis.
Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut
silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu:
1. Dasar pemikiran utama
(premis mayor)
2. Dasar pemikiran kedua
(premis minor)
3. Kesimpulan
Contoh:
Premis mayor : Semua siswa SMA
kelas X wajib mengikuti pelajaran Sosiologi.
Premis minor : Bob adalah
siswa kelas X SMA
Kesimpulan : Bob wajib
mengikuti jam pelajaran Sosiologi
·
Induktif
Metode berpikir induktif
adalah metode yang digunakan
dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan
kesimpulan yang bersifat umum. Dalam penalaran induktif ini, kesimpulan
ditarik dari sekumpulan fakta peristiwa atau pernyataan yang bersifat umum.
Contoh:
Bukti 1 : logam 1 apabila
dipanaskan akan memuai
Bukti 2 : logam 2 apabila
dipanaskan akan memuai
Bukti 3 : logam 3 apabila
dipanaskan akan memuai
Kesimpulan: Semua logam
apabila dipanaskan akan memuai.
·
Pendekatan Ilmiah (Gabungan antara Deduktif dan Induktif)
Metode berpikir pendekatan
ilmiah adalah penalaran yang
menggabungkan cara berpikir deduktif dengan cara berpikir induktif.
Dalam pendekatan ilmiah, penalaran disertai dengan suatu hipotesis.
Misalkan seorang siswa yang
apabila sebelum berangkat sekolah telah sarapan terlebih dahulu dalam porsi yang
banyak, dia tidak akan kelaparan hingga jam pelajaran berakhir. Secara deduktif, akan disimpulkan
bahwa setiap anak yang makan banyak tidak akan cepat lapar. Untuk menjawab
kasus seperti ini, kita ajukan pertanyaan mengapa seorang siswa cepat lapar?
Untuk itu, kita ajukan hipotesis bahwa siswa akan cepat lapar jika makanan yang
dimakan kurang memenuhi standar gizi dan energi yang dihasilkan oleh makanan
tersebut sedikit. Kemudian secara induktif kita uji
untuk mengetahui apakah hasil pengujian mendukung atau tidak mendukung
hipotesis yang diajukan tersebut.
https://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
16.45
Langganan:
Postingan (Atom)